Khamis, 18 November 2010

Pembuangan Bayi dari sudut Kristianiti

Alkitab tidak pernah secara khusus berbicara mengenai soal aborsi. Namun demikian, ada banyak ajaran Alkitab yang membuat jelas apa pandangan Allah mengenai aborsi. Yeremia 1:5 memberitahu kita bahwa Allah mengenal kita sebelum Dia membentuk kita dalam kandungan. Mazmur 139:13-16 berbicara mengenai peran aktif Allah dalam menciptakan dan membentuk kita dalam rahim. Keluaran 21:22-25 memberikan hukuman yang sama kepada orang yang mengakibatkan kematian seorang bayi yang masih dalam kandungan dengan orang yang membunuh. Hal ini dengan jelas mengindikasikan bahwa Allah memandang bayi dalam kandungan sebagai manusia sama seperti orang dewasa. Bagi orang Kristiani, aborsi bukan hanya sekedar soal hak perempuan untuk memilih. Aborsi juga berkenaan dengan hidup matinya manusia yang diciptakan dalam rupa Allah (Kejadian 1:26-27; 9:6).


Alkitab memberi nilai yang tinggi atas hidup manusia. Dalam Ul 5 :117 tertulis "Jangan Membunuh" dan dalam Kel 21:22-24 dipersoalkan tentang kasus pengguguran (Aborsi), khususnya mengenai kasus kecelakaan seorang wanita yang sedang mengandung, yang terlibat dalam perkelahian antara dua orang laki-laki, apabila si ibu hidup dan kandungannya gugur, maka orang tersebut harus ganti rugi, dan kalau ibu itu mati dan kandungannya juga gugur, maka harus nyawa ganti nyawa. Dalam hal ini ternyata orang Yahudi sangat menghargai hidup, termasuk hidup binatang (lih Ul 22:6,7). Alkitab juga memberitahukan kepada kita bahwa kehidupan sudah dimulai pada saat konsepsi, dalam Mat 1:20 dituliskan bahwa Yesus dikandung oleh Roh Kudus, dengan demikian Yesus sungguh-sungguh menjadi manusia yang seutuhnya pada saat konsepsi.
Alkitab juga memandang bayi yang belum dilahirkan itu sebagai satu pribadi atau manusia. Mzm 139:13-16 mencatat tentang Daud, yang pada waktu dikandung sudah merupakan manusia dalam pemeliharaan Allah. Yer 1:5 mencatat "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. Juga dalam ayat yang lain yakni Mzm 51:7 Daud mengaku bahwa sifat dosanya sudah ada sejak ia masih dalam kandungan.
Dalam Kej 1:26,27; 2:7 tertulis bahwa Allah menjadikan manusia menurut gambar dan rupaNya, yang menunjukkan bahwa hidup ini kudus dan sangat berharga dihadapan Allah yang telah menciptakannya. Maka dalam hal ini secara tegas Alkitab tidak membenarkan Aborsi, alasannya;
1. Hidup manusia semata-mata Karunia Allah
2. Tuhan mempunyai rencana keselamatan bagi setiap insan yang lahir kedunia ini.
3. Manusia tidak berhak untuk mencabut hak hidup dari pada fetus ataupun embrio, yang berhak hanyalah Allah; jangan kita merampas hak Allah.

c. Berbagai Pertimbangan
Dalam prakteknya, Aborsi hanya dapat dibenarkan dalam beberapa kasus, misalnya:
1. Janinnya sudah meninggal, maka mau tidak mau harus dikeluarkan.
2. Apabila membahayakan nyawa si ibu (inipun prakteknya tidak gampang, harus ada tinjauan dari berbagai pertimbangan etis; dalam konteks iman kita masih tetap kita tolak)

D. AKIBAT-AKIBATNYA

Tindakan-tindakan Aborsi dapat mengakibatkan hal-hal yang negatif pada tubuh kita, yang meliputi dimensi jasmani dan psykologis. Akibat-akibatnya yakni:
1. Sudut Jasmani
- Tindakan kuret pada Aborsi bisa menimbulkan efek-efek pendarahan atau infeksi, dan apabila dikerjakan bukan oleh dokter ahlinya maka alat-alat kuret yang dipakai mungkin tembus sampai ke perut dan dapat mendatangkan kematian.

-Infeksi di rahim dapat menutup saluran tuba dan menyebabkan kemandulan.

-Penyumbatan pembuluh darah yang terbuka oleh gelembung udara, karena banyak pembuluh darah yang terbuka pada luka selaput lendir rahim dan gelembung udara bisa masuk ikut beredar bersama aliran darah dan apabila tiba pada pembuluh darah yang lebih kecil, yaitu pada jantung, paru-paru, otak atau ginjal, maka bisa mengakibatkan kematian.

-Perobekan dinding rahim oleh alat-alat yang dimasukkan ke dalamnya akan mengakibatkan penumpukan darah dalam rongga perut yang makin lama makin banyak yang menyebabkan kematian.

-Penanganan Aborsi yang tidak steril bisa mengakibatkan keracunan yang membawa kepada kematian.

-Menstruasi menjadi tidak teratur

-Tubuh menjadi lemah dan sering keguguran

b. Sudut Psykologis
1. Pihak wanita
Setelah seorang wanita melakukan tindakan Aborsi ini, maka ia akan tertindih perasaan bersalah yang dapat membahayakan jiwanya. Kalau tidak secepatnya ditolong, maka ia akan mengalami depresi berat, frustrasi dan kekosongan jiwa.

2. Pihak Pria
Rasa tanggung jawab dari si pria yang menganjurkan Aborsi akan berkurang, pandangannya tentang nilai hidup sangat rendah; penghargaannya terhadap anugerah Allah menjadi merosot.

c. Sudut Hukum
KUHP di Indonesia yang diberlakukan sejak 1918 tidak membenarkan tindakan Aborsi dengan dalih apapun. Aborsi dianggap tindak pidana yang dapat dikenakan hukuman, yang diatur dalam pasal 283,299,346 hingga 349 dan 535).

E. MEREKA HARUS DITOLONG, TETAPI BAGAIMANA CARANYA?

Hal-hal yang dapat kita lakukan untuk menolong orang yang sudah melakukan Aborsi dan sedang tertindih rasa bersalah adalah:
a. Understanding and Acceptance
Orang-orang yang guilty feelings biasanya cenderung membenci diri sendiri dan mengharapkan (tanpa sadar) untuk dikritik orang lain, oleh sebab itu, apabila mereka mencari konselor mereka selalu menunjukkan self blaming atau self defensive karena merasa pasti aakan dipersalahkan oleh orang yang hendak menolongnyaa. Maka dalam hal ini kita harus waspada, yakni perasaan bersalah itu sebenarnya sangat menyiksa dia. Oleh karena itu sikap kritik dan mengadili harus kita jauhkan, sebaliknya kita harus mengerti dan menerima mereka. Tuhan Yesus tatkala menghadapi orang-orang berdosa sikapnya tidak mengadili (lih Yoh 8:3-11). Yesus pasti secara tegas menolaak dosa, tetapi Ia tetap mengasihi, menerima dan mengerti orang-orang berdosa.

b. Insight (Memberikan dan menghidupkan pengertian yang benar dalam diri orang tersebut). Lakukan ini dengan penuh pengertian dan bijaksana. Tanyakan pada orang tersebut tentang perasaan-perasaannya tentang Aborsi. Bagaimana pengalaman dan pengertiannya soal pengampunan? Apakah dalam rumah tangga sering ada kritikan, kutukan dan maki-makian? Apa yang gereja ajarkan tentang Aborsi itu? Tujuan dari Insight ini adalah untuk menolong orang yang bersangkutan supaya sadar akan standard kebenaran tingkah-laku yang ia miliki, dan memperbandingkannya dengan ajaran Alkitab.

c. Repentance dan Forgiveness
Akar dari perasaan bersalah menyangkut pribadi orang tersebut. Alkitab mengajarkan bahwa pertobatan dan pengakuan dosa adalah hal yang terutama jika seseorang mau mengalami pengampunan. Kita harus menolong mereka untuk menerima pengampunan dari Tuhan Yesus yang telah datang ke dunia melalui anak darah Maria serta mati disalibkan di Golgota, agar darahnya membasuh dosa-dosa kita. Penyesalan dan pertobatan di luar Tuhan itu kosong belaka. Memang untuk semua itu harus ada konsekwensinya, sebab Allah kita Kasih sekaligus Adil. Itu berarti dosa kita dihapus, namun akibatnya tetap akan kita alami. Kepada orang-orang yang mengalami masa-masa sulit ini, persekutuan dengan Tuhan merupakan kunci yang paling penting bagi kita. Mungkin orang-orang disekitar kita menjadi benci, tetapi Tuhan tetap mengasihi kita, sebab bagaimanapun kita ini ciptaanNya.

Demikianlah tulisan singkat ini disampaikan untuk kita semua, besar harapan kami sebagai penulis, anda dapat sedikit tahu dan mengerti serta sekaligus memahami masalah Aborsi. Terutama ditinjau dari Alkitab kita. Tuhan berkati kita. 

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Ti dikerinduka